Home » » Menunggu Keajaiban Timnas Indonesia

Menunggu Keajaiban Timnas Indonesia

Zona Info - Pada rabu (31/10), tersaji pertandingan menakjubkan di Piala Liga antara Reading melawan Arsenal. Arsenal yang turun dengan sejumlah pemain pelapisnya harus tertinggal 4 gol di babak pertama. 4 gol Reading masing-masing dicetak oleh Jason Roberts menit ke 12, gol bunuh diri Laurent Koscielny menit ke 19, Mikele Leigertwood menit ke 20, Noel Hunt menit ke 37. Arsenal menipiskan skor menjadi 4-1 melalui gol yang dicetak Theo Walcott di injury time menit kedua babak pertama.
Timnas Indonesia (zonabola.com)

Di babak kedua, Arsenal yang gentian membombardir gawang Reading. Tercatat 3 gol berhasil dicetak oleh Oliver Giroud menit ke 62, Laurent Koscielny menit ke 89 dan Theo Walcott pada menit keenam injury time babak kedua. Dan pertandingan pun dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Di babak pertama perpanjangan waktu ini, keajaiban terjadi pada Arsenal dengan mampu mencetak 3 gol lagi. Dua gol dicetak Marouane Chamakh menit 103 dan injury time menit ketiga babak pertama pertama perpanjangan waktu. Satu gol lagi dicetak Theo Walcott sekaligus membuat hatrick pada injury time menit pertama babak pertama perpanjangan waktu. Sementara, satu gol dari Reading yang dicetak Pavel Progrebnyak menit ke 115 di babak pertama tak mampu menghindarkan Reading dari kekalahan. Sungguh suatu keajaiban bagi Arsenal.

Pertandingan yang tak kalah ajaibnya juga terjadi di final Liga Champion 2005 antara Liverpool melawan AC Milan. Ketika itu, AC Milan sudah unggul 3-0 di babak pertama melalui Paolo Maldini pada menit ke 1. Disusul dua gol Hernan Crespo pada menit ke 39 dan 44. AC Milan sudah merasa di “atas angin”. Tapi memasuki babak kedua, Liverpool bermain spektakuler dengan memasukan tiga gol ke gawang AC Milan. Masing-masing dicetak oleh Steven Gerard menit ke 54, Vladimir Smicer menit ke 56 dan Xabi Alonso menit ke 60.

Pertandingan waktu normal berakhir imbang 3-3. Sehingga terpaksa dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu dan tidak ada gol yang tercipta. Akhirnya, kedua klub harus melakoni babak adu pinalti. Sayangnya pada adu pinalti, Serginho dan Andrea Pirlo dari AC Milan harus gagal melakukan eksekusi pinaliti. Sementara dari Liverpool, hanya John Arne Rise saja yang gagal. AC Milan pun terpaksa harus mengakui keunggulan Liverpool melalui adu pinalti dengan skor akhir 5-6.

Tapi ada keajaiban yang lebih menakjubkan lagi. Terjadi di final Liga Champion 1999 antara Bayern Munchen melawan Manchester United. Ketika itu, Bayern Munchen sudah unggul 1-0 pada menit ke 6 melalui Mario Basler. Hingga menjelang injury time babak kedua, kedudukan belum berubah. Tampaknya kemenangan akan berpihak pada Bayern Munchen. Sayangnya, pada injury time menit ke 91, gol Teddy Sheringham bersarang di gawang Bayern Munchen. Lalu pada injury time menit ke 93, Ole Gunnar Solskjaer mencetak gol kemenengan Manchester United atas Bayern Munchen. Dan Bayern Munchen pun dipaksa pulang dengan kekalahan dramatis.

Keajaiban juga terjadi ketika pertandingan Liga Champion grup G antara Glasgow Celtic melawan Barcelona pada kamis (8/11). Mengapa disebut keajaiban? Bukan karena comeback luar biasa dari salah satu klub atau skor pertandingannya. Tapi keberhasilan Glasgow Celtic mengalahkan Barcelona, klub terbaik dunia. Kemenangan Glasgow Celtic memang diluar dugaan. Pasalnya, Barcelona sedang dalam perfoma terbaiknya jelang pertandingan ini.

Glasgow Celtic mampu menyuguhkan permainan terbaiknya. Tampil sebagai yang tak diunggulkan meski di kandangnya sendiri, Glasgow Celtic bermain luar biasa. Dua gol mampu dicetak Victor Wanyama menit ke 21 dan Tony Watts menit 83. Sementara, gol telat Barcelona datang pada masa injury time babak kedua yang dicetak Lionel Messi.

Keajaiban.
Kalau dinalar dengan akal sehat, seharusnya hasil akhir empat pertandingan diatas tak mungkin seperti itu. Tapi mengapa bisa seperti itu? Karena para pemain Arsenal, Liverpool dan Manchester United dan Glasgow Celtic menyakini ada keajaiban di sepak bola. Bagi keempatnya, sebelum peluit panjang berakhir dibunyikan wasit maka segala hal masih bisa terjadi di tengah lapangan. Ditambah dengan semangat pantang menyerah akhirnya menghasilkan keajaiban yang tak disangka.

Sayangnya, keajaiban jarang bisa berkompromi dengan timnas Indonesia. Tengoklah. timnas Indonesia yang dipecundangi dengan skor 5-0 melawan Jordania dalam suatu pertandingan persahabatan akhir Januari lalu. Padahal setidaknya Indonesia mempunyai dua kesempatan emas oleh Agung Supriyanto yang seharusnya menjadi gol. Sayang, dewi fortuna tak berpihak pada timnas Indonesia.

Menghadapi Irak pada pertandingan pertama grup C Pra Piala Asia 2015, timnas Indonesia seperti menunggu keajaiban untuk bisa membawa pulang kemenangan atau seri. Tapi peluang itu belum tertutup rapat. Contohlah keuletan pemain-pemain Arsenal, Liverpool, Manchester United dan Glasgow Celtic ketika menghadapi lawan-lawannya. Para pemain di keempat klub itu mampu mewujudkan keajaiban yang semula mustahil menjadi nyata. Semangat dan keuletan itulah yang harus ditiru oleh pemain timnas Indonesia serta diwujudkan dalam permainan. Sembari tetap menyakini selama peluit akhir pertandingan belum dibunyikan, keajaiban masih ada.  

Saya berharap pada pertandingan besok di laga  pembuka PPA 2015, sebuah kisah klasik akan terjadi, dimana banyak dari hasil pertandingan pada laga pembuka berakhir dengan seri atau draw.Ini tentu harapan pribadi saya dan itu juga merupakan doa saya sendiri.
 
Rekan rekan boleh berbeda pendapat tapi tidak dengan cara menghujat, caci maki, dengki,dan sirik dalam menanggapi tentang Timnas Indonesia.
 Selamat BerJuang Timnas Garudaku,Seluruh Bangsa ini Mendo'akan Langkahmu
Langganan Berita Blog Ini

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Thanks for reading Menunggu Keajaiban Timnas Indonesia

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Post a Comment

Seorang Pengunjung yang baik, maka akan meninggalkan Komentarnya di sini.