Home » » 10 Momen Terbaik Dan Terburuk Sepakbola Indonesia 2012

10 Momen Terbaik Dan Terburuk Sepakbola Indonesia 2012

Zona Info - Beragam warna menghiasi persepakbolaan Indonesia sepanjang 2012, baik yang baik maupun buruk. Konflik yang diharapkan bisa terselesaikan pada tahun ini ternyata tidak kunjung reda.

Momen mencengangkan sudah hadir di awal tahun ketika timnas senior menciptakan rekor kekalahan terbesar yang pernah dicatat Indonesia di berbagai event. Kekalahan telak 10-0 membuka lembaran hitam sepakbola nasional.

Pasca kekalahan itu, carut marut sepakbola Indonesia masih terus berlanjut seiring berjalannya waktu. Dualisme organisasi dan tim nasional juga mewarnai catatan persepakbolaan Indonesia.

Kendati demikian, ada beberapa momen yang masih bisa membuat penggemar sepakbola Indonesia tersenyum, seperti kemenangan pertama atas Singapura di ajang Piala AFF. Terpenting adalah ditundanya sanksi bagi Indonesia dari FIFA berupa kesempatan terakhir untuk membenahi kekisruhan sepakbola nasional.


Berikut sepuluh momen terbaik dan terburuk Sepakbola Indonesia di 2012 :

1. Indonesia 0-10 Bahrain
Indonesia mengawali tahun 2012 dengan hasil memalukan setelah untuk pertama kalinya tim nasional mencatat kekalahan telak 10-0 dari Bahrain di babak ketiga Grup E kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia pada 29 Februari di Manama.

Hasil itu menjadi kekalahan paling telak yang pernah diterima tim nasional di berbagai event. Skor telak itu mengalahkan hasil 9-0 ketika melakoni pertandingan persahabatan melawan Denmark pada 3 September 1974 di Coppenhagen.

2. Ditekuk Brunei Di Final Hassanal Bolkiah
Hasil buruk yang diraih timnas senior berlanjut ke tim junior. Timnas U-21 yang ditempatkan sebagai favorit menyusul hasil bagus sepanjang babak penyisihan, justru menelan kekalahan 2-0 dari Brunei Darussalam di final Piala Hassanal Bolkiah pada 9 Maret.

Itu menjadi kekalahan kedua Indonesia dari Brunei yang pernah menundukkan tim Merah Putih 3-2 di laga Grup 2 kualifikasi Olimpiade pada Maret 1980. Sukses mengalahkan Indonesia membuat Brunei untuk pertama kalinya menjadi raja di negeri sendiri di turnamen yang mereka gelar.


3. Dualisme Organisasi & Timnas
Kisruh di persepakbolaan nasional terkait keputusan PSSI yang memasukkan enam tim tidak sah ke kasta tertinggi kompetisi sepakbola Indonesia. Komite penyelamat sepakbola Indonesia (KPSI) menggelar kongres luar biasa pada 18 Maret yang menghasilkan La Nyalla Mattalitti sebagai ketua umum, dan tidak mengakui keberadaan PSSI pimpinan Djohar Arifin Husein.

Dualisme organisasi ini berlanjut dengan adanya dualisme tim nasional menjelang bergulirnya AFF Suzuki Cup 2012. Materi pemain tim nasional versi La Nyalla ini berisikan pemain dari kompetisi Indonesia Super League (ISL). Namun timnas ini tidak bisa berlaga di turnamen tersebut, karena federasi sepakbola ASEAN (AFF) hanya mengakui timnas PSSI pimpinan Djohar.

4. Kas Hartadi Bawa Sriwijaya Juara ISL
20 Juni akan menjadi momen yang tak terlupakan bagi Kas Hartadi. Ia sukses membawa Sriwijaya FC menjadi juara Indonesia Super League (ISL) 2011/12 usai mengalahkan Persela Lamongan 3-0 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.

Ini merupakan debut Kas Hartadi sebagai pelatih di Sriwijaya FC. Kepastian menjadi juara diperoleh dengan menyisakan tiga pertandingan, karena selisih 11 poin dari Persipura Jayapura yang berada di peringkat kedua tidak mungkin terkejar lagi.


5. Semen Padang Kampiun IPL
Semen Padang memastikan diri menjadi juara di kompetisi baru bentukan PSSI, Indonesian Premier League (IPL) setelah mengalahkan Persiraja Banda Aceh 3-1 di Stadion H Agus Salim pada 24 Juni.

Walau Semen Padang hanya menyisakan satu laga, raihan poin 43 dari 21 pertandingan idak mungkin dikejar pesaing terdekatnya, Persema Malang. Persema yang berada di peringkat kedua, dan telah menjalani 19 laga, hanya mengoleksi nilai 33.

Namun Semen Padang tidak berhasil mengawinkan gelar setelah mereka gagal di ajang Piala Indonesia 2012 usai dikalahkan Persibo Bojonegoro 1-0 dalam pertandingan final di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada 14 Juli.


6. Ranking FIFA Terendah
Setelah memecahkan rekor kekalahan paling buruk ketika digasak Bahrain sepuluh gol tanpa balas, Indonesia kembali mencatatkan rekor. Kali ini, Indonesia mendapatkan ranking FIFA terendah dalam sejarah dengan menempati peringkat ke-170 dunia pada 3 Oktober.

Rekor ranking terendah ini sebetulnya sudah tercipta pada 8 Agustus. Ketika itu, Indonesia menempati peringkat ke-159. Posisi itu 'memperbaharui' rekor sebelumnya, yaitu peringkat ke-153, yang pernah diduduki Indonesia pada era Azwar Anas (1995), Nurdin Halid (2006), dan juga Djohar Arifin Husein (2012).

Namun Indonesia bisa sedikit tersenyum menjelang tutup tahun dengan memperbaiki peringkat ke posisi 156 berdasarkan daftar terbaru FIFA pada 19 Desember, atau beranjak naik sembilan tangga dari ranking November.


7. Kehilangan Jatah Liga Champions Asia
Impian Semen Padang untuk berlaga di Liga Champions Asia (LCA) usai menyandang status sebagai juara Indonesian Premier League (IPL) 2011/12 kandas setelah konfederasi sepakbola Asia (AFC) tidak memasukkan satu pun klub asal Indonesia di kompetisi kasta tertinggi antarklub benua kuning ini. Semen Padang bersama Persibo Bojonegoro akhirnya tampil di Piala AFC 2013.

CEO PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) Widjajanto mengungkapkan, tak adanya jatah Indonesia ini berdasarkan permintaan dari pihaknya dalam pertemuan dengan AFC pada akhir November lalu, karena poin Indonesia hampir tidak memenuhi syarat.

Widjajanto mengaku Indonesia sebetulnya masih memiliki jatah di LCA tahun 2013. Namun AFC menyatakan Indonesia akan dicoret dari keikutsertaan di LCA selama dua tahun bila tidak bisa memperbaiki poin di musim berikutnya. Karena itu, PT LPIS menarik diri keikutsertaan Indonesia untuk memperbaiki berbagai persyaratan tampil di LCA.


8. Indonesia 1-0 Singapura
Tim nasional Indonesia untuk kali pertama sepanjang keikutsertaan di Piala AFF mampu memetik kemenangan atas Singapura. Hal itu terjadi dalam pertandingan Grup B AFF Suzuki Cup 2012 ketika menang 1-0 lewat gol tendangan bebas Andik Vermansah.

Dalam sejarah pagelaran Piala AFF sejak 1996, Indonesia sudah enam kali bertemu dengan Singapura dengan catatan sekali menang, dua kali imbang, dan tiga kali menelan kekalahan.

Kendati meraih kemenangan pertama atas Singapura, Indonesia secara keseluruhan memperoleh hasil tak bagus tahun ini. Disamping tersingkir di penyisihan grup, untuk kali pertama selisih gol Indonesia juga minus, yakni memasukkan tiga gol, dan kebobolan empat kali.


9. Meninggalnya Diego Mendieta
Sepakbola nasional berduka dengan meninggalnya Diego Mendieta, pemain Persis Solo yang berlaga du kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia yang dikelola PT Liga Indonesia (LI) pada 3 Desember, akibat terserang sakit tifus.

Meninggalnya Diego ini menyentak seluruh dunia, karena ia dibelit masalah finansial setelah gajinya selama empat bulan tidak dibayar manajemen Persis. Akibat terbelit masalah finansial, Diego tak mampu membayar biaya rumah sakit untuk pengobatannya. Menurut informasi, gaji yang masih diutang Persis mencapai lebih dari Rp100 juta.

10. Kado Natal & Tahun Baru Dari FIFA
FIFA memberikan kado Natal dan tahun baru kepada Indonesia dengan tidak menjatuhkan sanksi atas kekisruhan persepakbolaan nasional selama dua tahun terakhir. FIFA memberikan kesempatan tiga bulan lebih lama untuk menyelesaikan konflik yang berlarut-larut.

Presiden FIFA Sepp Blatter menyatakan, tambahan waktu bagi Indonesia untuk membereskan masalah di internal PSSI merupakan hal yang harus disyukuri. Blatter juga mengaku tak habis pikir mengapa sampai ada dua organisasi di sepakbola Indonesia. Nasib Indonesia akan ditentukan kembali pada rapat komite eksekutif (Exco) FIFA 20-21 Maret 2013.


Semoga Di Awal 2013 Masalah Bisa Dapat Diselesaikan....Amin
Langganan Berita Blog Ini

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Thanks for reading 10 Momen Terbaik Dan Terburuk Sepakbola Indonesia 2012

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Post a Comment

Seorang Pengunjung yang baik, maka akan meninggalkan Komentarnya di sini.