Home » » Garuda Sukses Cabik “Singa"

Garuda Sukses Cabik “Singa"

Zona Info - Ternyata garuda tak hanya perkasa dalam hukum rimba di atas lapangan padang rumput pun bisa mengalahkan singa. Dalam laga lanjutan penyisihan grup B Piala AFF 2012, tim merah putih “Garuda” benar-benar membuktikan kedigdayaannya dengan menaklukkan tim “Singa” The Lions Singapura. Di Stadium Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Andik Vermansyah menjadi pahlawan kemenangan dramatis “Garuda” dengan gol tunggal yang sukses disarangkan menjelang bubaran pertandingan, tepatnya di menit ke-87.

secure.dcunited.com

Tim “Garuda” yang di atas kertas “kalah total” dari tim “Singa,” baik secara mental maupun kekuatan tim, agak berbeda dengan pertandingan ketika melawan Laos. Tampil dengan formasi 4-4-2, dengan mengandalkan Irfan Bachdim dan striker senior Elie Aiboy, “Garuda” langsung menggebrak lini pertahanan “Singa” sejak menit-menit awal. Namun secara umum, pertandingan di 45 menit babak pertama lebih dikuasai oleh tim “Singa.”

Laga krusial yang menentukan nasib “Garuda” untuk terus melaju atau masuk kotak sejak dini, maka tak ada pilihan bagi pelatih Nil Maizar untuk sedikit mengubah strategi di babak kedua. Untuk meningkatkan daya dobrak, Andik Firmansyah yang sempat dicadangkan di babak pertama diturunkan di menit ke-50 menggantikan Elie Aiboy. Lalu pada menit ke-55, Bambang Pamungkas masuk menggantikan Rahmat Syamsuddin.

Rupanya pergantian pemain membawa energi baru yang mengubah irama dan efektif meningkatkan permainan “Garuda.” Dewi fortuna nampaknya memihak pula pada Tim “Garuda” dan berbuah petaka bagi Tim “Singa.” Di menit ke-65, pemain Singapura Muhammad Irwan Ahah diusir wasit karena kartu kuning ke-2, setelah melakukan tackling keras kepada Andik.

Unggul jumlah pemain, kesebelasan tim “Garuda” menggempur “kesepuluhan” tim “Singa” secara sporadis. Namun serangan demi serangan dan beberapa peluang gagal dimanfaatkan “Garuda.” Di sisi lain, “Singa” juga masih menunjukkan taring dan cakarnya sebagai tim tangguh dengan sesekali mengancam gawang Indonesia yang dikawal kiper Wahyu Tri, yang secara luar biasa tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan.

Ketika “Garuda” hampir dilanda keputus-asaan dalam kebuntuan, keajaiban alam  akhirnya datang. Striker yang sempat menimba ilmu di DC United Andik Vermansyah menjadi pahlawan “Garuda” dengan gol indah tendangan jarak jauh dari luar kotak penalti 3 menit menjelang bubaran waktu normal. Setelah melewati injury time sekitar 5 menit, skor 1-0 bertahan hingga peluit terakhir disemprit oleh sang wasit.

Dengan kemenangan ini, Indonesia memuncaki klasemen sementara grup B dengan poin 4 setelah sebelumnya bermain remis melawan tim Laos pada pertandingan perdana. Singapura yang sebelumnya secara tak terduga menjungkalkan tim juara bertahan Malaysia 3 gol tanpa balas menempati peringkat 2 dengan 3 poin. Malaysia yang baru saja mengalahkan Laos dengan skor telak 4-1 berada di peringkat 3 dengan 3 poin (sama dengan Singapura namun kalah selisih gol). Sedang Laos menjadi juru kunci di posisi terbawah dengan 1 poin.

Kemenangan“Garuda” atas “Singa” sangat luar biasa artinya bagi sepakbola Indonesia. Kemenangan yang mengubah rekam kelam sejarah Tim Nasional Garuda, yang belum pernah meraih dalam 15 kali pertemuan dengan Singapura. Kemenangan ini juga menunjukkan dominasi Indonesia atas Singapura dalam sejarah pertemuan kedua tim di berbagai kejuaraan internasional menjadi 52 kali menjadi 23 kali menang, 15 kali seri dan 17 kalah.

Kemenangan yang membawa harapan baru bagi publik sepakbola Indonesia. Seperti diketahui, sepanjang 8 kali pergelaran turnamen bergengsi di Asia Tenggara ini sejak 1996 dengan nama Piala Tiger, Indonesia belum pernah sekalipun menjadi juara. Maka, tak ada salahnya sedikit gila dalam bermimpi di Piala AFF kali ini, bahkan meski sebagian dari “penggila” sepakbola Indonesia tak percaya, ketika di pertandingan perdana “keok” harapan dengan ditahan imbang Laos 2-2

Kesuksesan “Garuda” dalam mencabik-cabik “Singa” ini menjadi pelajaran berharga bagi kita, khususnya sepakbola Indonesia yang tengah gonjang-ganjing diterpa kemelut, polemik, intrik dan konflik. Di tengah pesimisme dan keraguan sebagian kalangan akan kemampuan tim kebanggan merah putih dengan “Garuda” di dada, Nil Maizar kembali membuat kita harus percaya, bahwa seperti kata seorang teman,  “Meski lapangan itu rata, namun bola itu tetaplah bulat.” 

Di atas rata-rata data statistika dan kalkulasi matematika Indonesia seharusnya kalah oleh Singapura. Namun ada 360 derajat kemungkinan dalam lingkaran, bahkan milyaran sudut kemungkinan di antara radial perhitungan. Dengan kebulatan tekad dan semangat menggelora hebat, teori dapat dipatahkan oleh heroisme sejati. Malam ini semua terbukti nyata. Kemenangan ini juga menjadi salah satu bukti filosofi iklan obat masuk angin, bahwa “Orang pintar, kalah sama orang bejo (beruntung).”

Jalan masih panjang, para ksatria “Garuda” tak bisa larut dalam euforia dan jumawa dengan kesuksesan menumbangkan “Singa.” Masih ada satu pertandingan tersisa di babak penyisihan grup. Malaysia yang selama ini menjadi “musuh bebuyutan” baik dalam persoalan sejarah negara-bangsa maupun dalam dunia olahraga sepakbola menunggu di depan. Keperkasaan “Garuda” akan benar-benar diuji oleh “raja rimba” spesies lain “Harimau Malaya” pada 1 Desember mendatang.

Pertemuan dua negeri jiran Indonesia-Malaysia akan menjadi pertarungan legendaris yang mempertaruhkan banyak hal di dalamnya. Bukan hanya persaingan sengit dalam perebutan tiket semifinal, namun pertarungan ini akan syarat dengan pertarungan harga diri dan gengsi, kehormatan dan jati diri, keperkasaan dan kebanggaan sebagaimana layaknya pertarungan “berdarah-darah” antara burung garuda dan harimau di rimba belantara.

Lalu, akankah “Garuda” akan tetap perkasa di laga-laga berikutnya dan membuat babak sejarah baru bagi dunia persepakbolaan nusantara? Atau bahkan masih berani bermimpi di Piala AFF ini, dengan campur tangan “sang keajaiban” dan keberuntungan untuk pertama kalinya merengkuh predikat juara. Lagi-lagi, terlalu dini untuk menjawabnya. Jalan masih panjang, dan masih terlalu banyak kerja keras yang dibutuhkan untuk sebuah perjuangan. Sebaiknya, sambil tetap berdoa untuk kebangkitan sepakbola Indonesia, kita tunggu saja bersama kelanjutan ceritanya.


Menang atau Kalah Engkau tetap TimNas Ku
TimNas dari IndonesiaKu
Merah DarahMu
Putih tulangMu
Bersatu dalam Raga Indonesia
Jayalah TimNas.
"Ya allah Restuilah Perjuangan mereka untuk bangsa ini. "Tetaplah Berjuang Garuda Indonesia,Seluruh Bangsa ini Mendo'akan langkahmu.

"Indonesia Raya.....Merdeka!!!
olahraga.kompasiana.com/bola/2012/11/28/garuda-sukses-cabik-singa-luar-biasa-512562.html
Langganan Berita Blog Ini

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Thanks for reading Garuda Sukses Cabik “Singa"

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Post a Comment

Seorang Pengunjung yang baik, maka akan meninggalkan Komentarnya di sini.